Tampilkan postingan dengan label Pematang Terang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pematang Terang. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Desember 2015

Asal Jadi Jalan Desa di Kec.Tanjung beringin Rusak lagi. Korupsikah???

Sergai, pematangbuluh.blogspot.com – Pekerjaan perbaikan jalan (tambal sulam) yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Sergai itu diduga asal jadi, sebab pekerjaan yang baru saja dikerjakan kurang lebih satu bulan sudah terlihat mulai terkupas dan berlobang persis di Jalan Pahlawan dan Desa Pekan Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Serdang bedagai (Sergai).

Senin, 28 September 2015

Jika di Jawa 1 ha bisa menghasilkan 10 ton lebih, di Sumatera cuma..???

Kemarin saya sangat terkejut membaca sebuat berita disebuah surat kabar nasional  terkenal yang berjudul Jokowi : Saya nggak mau apa-apa, yang penting semua senang
Surat kabar tersebut mengabarkan tentang acara Presiden jokowi yang mengundang puluhan pengusaha penggilingan padi dan pedagang beras dari berbagai daerah ke Istana Negara. Presiden meminta semua pengusaha dan petani untuk terus berusaha untuk meningkatkan produksi padinya.
Tapi yang sangat mengagetkan saya adalah perkataan presiden yang bunyinya :

"Di karawang, di hitung 1 hektar (dapat menghasilkan) 13,43 ton, tapi faktanya 10,7 ton," ujar Jokowi.

Rabu, 16 September 2015

Penyelewengan Dana Desa Rawan terjadi


Pemerintah daerah yang menahan anggaran dana desa bisa dijatuhi sanksi oleh Kementerian Dalam Negeri.
Menteri Desa dan Pemberdayaan Daerah Tertinggal (PDT) Marwan Jafar mengatakan, sanksi yang diberikan bisa penundaan pemberian dana desa, dana alokasi khusus (DAK), dan dana alokasi umum (DAU).

Jumat, 11 September 2015

Desa Pematang Buluh, Pematang Terang...Pemerintah hanya butuh Padi nya saja??????

          Desa Pematang Buluh, Pematang Terang adalah contoh kecil dari desa-desa yang merupakan lumbung padi di Kabupaten Serdang Bedagai, tepatnya di Kecamatan Tanjung beringin.Kedua desa ini hanya berjarak beberapa kilometer saja dari Kantor Bupati Serdang bedagai, akan tetapi dekat saja tidak menjadikan desa ini menarik perhatian Dinas pertanian Pemkab sebab walaupun hanya berjarak beberapa kilometer saja para petani di desa ini belum benar-benar merasakan bantuan Pemkab Sergai khususnya Dinas pertanian dalam meningkatkan kualitas pertanian di desa ini.

          Seperti penyuluhan pertanian yang seharusnya sangat dibutuhkan para petani di desa ini belum benar-benar dirasakan kehadirannya oleh para penduduk dalam bertani. Tidak hanya kedua desa ini, desa-desa sekitarnya seperti desa pematang panjang, serimah, tebing tinggi, lubuk pule, kampung balige dll, merasakan hal yang sama.


          Hal yang paling utama sangat dibutuhkan oleh para penduduk sebenarnya adalah pembangunan saluran irigasi. Bukankah Presiden Jokowi menjadikan pertanian adalah prioritas utamanya dalam mensejahterakan rakyat? Melalui pembangunan waduk-waduk dan saluran irigasinya yang sudah dicanangkan oleh presiden Jokowi sebenarnya bisa menjadi triger bagi pak Bupati Sukirman yang menjabat saat ini melalui dinas pertaniaanya untuk bekerja dan bekerja untuk mensejahterakan rakyatnya.

Selasa, 25 Agustus 2015

Sejarah Masjid Jami' Ismailiyah Bedagai




Kerajaan Bedagai yang meninggalkan jejak sejarah kebesaran dan kemashuran yaitu sebuah Masjid Jamik Ismaliyah yang berlokasi di Desa Pekan, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai.
Bangunan masjid ini berdiri menawan dengan dinding dan tiang yang berada dalam koridor asli yang masih kokoh menyangga gedung.

Keunikan dan konstruksinya dipengaruhi oleh berbagai unsur luar yang kemudian lebur dalam warna kebangsawanan daerah.

Menurut Nazir Mesjid, Tengku Abdul Azim (65) yang biasa di sapa Pak Kunteng mengatakan, kalau warna asli ornamen melayu kerajaan dan masjid adalah warna kuning putih dan biru.

“Warna asli khas Kerajaan Bedagai adalah kuning, biru dan putih,” ujarnya sembari memperlihatkan seluruh arsitektur bangunan masjid di dalam dan diluar bersama koran ini, Kamis (13/1).
Dia menjelaskan masjid ini didirikan tahun 1882, atas perintah Tengku Ismail, yakni leluhur Tengku Ostman Raja dari Kerajaan Deli yang kini bersinggasana di Medan.

Saat itu, kerajaan yang dipimpin Tengku Ismail gelar Pangeran Sulung Laut ini masih bernama Negeri Padang Bedagai dengan wilayah kekuasaan meliputi Tanjung Beringin, Sei Rampah, Teluk Mengkudu, Dolok Masihul dan Bandar Khalifah. Tidak bisa dipungkiri, garis-garis wilayah dan nama daerah itu telah turut mengilhami pembentukan Kabupaten Serdang Bedagai saat ini.

Arsitektur Masjid Jamik Ismailiyah Tanjung Beringin secara umum diilhami gaya bangunan Turki dan Arab.
Ini dapat dilihat dari ukiran dan relief nama Allah dan Muhammad pada tiang penyangga teras masjid. Ukiran-ukiran itu sebanyak 24 buah dan kondisinya masih sangat baik. Bahan-bahan bangunan, mulai dari tiang, atap, dinding dan lantai, didatangkan dari Pulau Penang (Malaysia).

Di bagian dalam masjid, terdapat empat tiang penyangga yang menampilkan kesan kokoh.

Pilar-pilar ini berdiri agak berdekatan karena ruang bagian dalam masjid memang tidak terlalu luas. Tiang-tiang tersebut sekaligus dijadikan sebagai pembatas tempat shalat antara lelaki dan perempuan.

Mimbar khutbah yang terbuat dari kayu dipenuhi ukiran yang sangat rumit. Sama seperti pernak-pernik lainnya, mimbar ini juga diboyong dari Penang. Ciri khas berikutnya adalah kedudukan delapan pintu dan enam jendela yang terasa melegakan dibanding ukuran masjid yang tidak terlalu besar. Pintu-pintu dan jendela itu dirancang dengan desain yang simpel, masih asli dan berdaun.

Sedangkan desain atap masjid menonjolkan bentuk istana dengan model lebah bergantung. Kubahnya sama dengan kubah masjid lain, namun sedikit lebih memanjang ke belakang. Ini dibuat agar masjid terlihat indah jika dipandang dari depan.

Tembok pagar tua setinggi satu meter dan lantai mesjid juga masih baik kondisinya, begitu juga tempat berwudhuk di sebelah kanan bangunan. Namun menara mesjid dengan ketinggian kurang lebih 15 meter dibangun menyusul.
Mengitari masjid ke arah belakang, tampak deretan makam dengan berbagai ukuran, di Masjid Jamik Ismailiyah sendiri, ada tiga makam yang agak menonjol dan menarik perhatian. Ketiga makam ini dipagar besi. Disanalah almarhum Tengku Ismail dan kedua adiknya, Tengku Rahmad dan Tengku Rasyid dikuburkan.

Ditulis ulang dari sumber lain oleh pematangbuluh.blogspot.com

KPUD Serdang Bedagai tetapkan 4 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada 2015






SEI RAMPAH | KPUD Serdang Bedagai (Sergai) menggelar Rapat Pleno Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2015, Senin (24/8/2015) di Aula KPUD Sergai Komplek Perkantoran Vertikal Nomor 101 Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah.

Rapat Pleno dipimpin oleh Ketua KPUD Sergai, H. Muhammad Sofian ST didampingi Komisioner, M. Rizwan MP, Badrun SE, Edi Susilo SH MM, Anda Radiansyah Ali SP beserta Kepala Sekretariat, Ingen Malem Tarigan. Turut hadir Komisioner Panwaslu Sergai, Misriani SE, Abdurahman S.Ag,  4 Tim Penghubung Paslon (LO), Mewakili Kepala Kesbangpolinmas, Edi Sofian serta Ketua PPK se-Kabupaten Sergai.

Ketua KPUD Sergai H. Muhammad Sofian ST menyampaikan penetapan empat paslon tersebut berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Serdang Bedagai Nomor 82 Tahun 2015 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2015 yang tertuang pada Pengumuman KPU bernomor 272/KPU-002.434750/V/2015.

H. Muhammad Sofian menambahkan, Empat Pasangan Calon yang akan menjadi peserta pada Pilkada Sergai mendatang dua diantaranya adalah Calon Perseorangan yaitu Syahrianto, SH - dr. M. Riski Ramadhan Hasibuan (Syahdan) dan Drs, Indra Syahrin, M.Si - Safrul Hayadi, SH (Insaf) serta dua didukung Partai, Drs. H. Abdul Rahim, M.M, M.Si - H. Ali Muhammad Madhy (Rahmad) beserta Ir. H. Soekirman - Darma Wijaya (Soerya Bersaudara).

Untuk selanjutnya, H. Muhammad Sofian mengajak para Tim Penghubung (LO) masing - masing Pasangan Calon untuk menyampaikan kepada para Pasangan Calon mengikuti Rapat Pleno pencabutan nomor peserta yang akan dilakukan, Selasa (25/8/2015) di Aula Pantai Kuala Putri Kecamatan Pantai Cermin pukul 09.00 Wib.

Usai menetapkan empat Pasangan Calon peserta Peserta Pemmilihan Bupati dan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Rapat Pleno diakhiri dengan penyerahan berkas penetapan Pasangan Calon yang diserahkan oleh Ketua KPUD Sergai kepada masing - masing Tim Penghubung.


Diambil dari dnaberitadotcom

4 Pasangan Calon Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Serdang Bedagai yang di tetapkan KPUD Sergai


       
 Setelah Sebelumnya beberapa hari yang lalu pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati resmi ditutup oleh KPUD Kab. Serdang Bedagai, maka kemarin tepatnya senin, (24 Agustus 2015) KPUD Kab. Sergai resmi mengumumkan para pasangan Calon Bupati dan Wakil bupati yang berhak mengikuti pertarungan untuk menjadi orang nomor 1 di Kabupaten Sergai.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Perbaikan Jalan di Tanjung Beringin : Asal Jadi atau Dikorupsi?






TANJUNG BERINGIN | DNA -  Banyaknya kondisi jalan memprihatinkan di Kecamatan Tanjung Beringin terutama diruas jalan Desa Pekan Tanjung Beringin diduga dikerjaan asal jadi.

Pantauan DNAberita.com, Jumat (14/8/2015) beberpa titik ruas jalan mengalami kondisi rusak parah, berlobang, terkelupas dan bergerigi disisi (beram) jalan seperti di Jalan Pahlawan.

Jumat, 21 Agustus 2015

Kamis, 20 Agustus 2015

Waspada Banjir di Sei Rampah Serdang Bedagai


Masih Ingat dengan Banjir yang terjadi di Tahun 2012 tepatnya di bulan November??



Yaaa..kita semua tidak mungkin lupa akan kejadian itu.
ini beritanya:

Hujan deras yang terjadi di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara membuat Sungai Rampah meluap. Akibatnya, empat kecamatan di kabupaten itu terendam banjir.

Kereta Api Tabrak Xenia di Sei Buluh Perbaungan, 1 Tewas 6 Luka



Pematangbuluh.blogspot.com - Kereta api menghantam mobil Daihatsu Xenia di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Sei Buluh, Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumut, Sabtu (22/11). Akibat peristiwa ini, satu orang tewas dan 6 lainnya luka-luka. 

Potret Pendidikan Bangsa Kita


Inilah Gambaran Pendidikan Kita




Sungguh sangat miris sekali kondisi pendidikan di negara kita ini.
Anak-anak penerus kita atau generasi muda kita harus mengalami namanya pahitnya dunia pendidikan kita.

Ditengah gencarnya pembangunan di Ibukota, gedung-gedung pencakar langit terus dibangun, Mal-mal terus bertambah, tapi di tempat ini? Lihatlah..bahkan untuk sepatu saja mereka tidak punya.

Kemana dana pendidikan yang triliunan rupiah itu pergi?? Dana BOS dipakai buat apakah?? Kenapa hal ini bisa terjadi?

Semoga saja bapak presiden terketuk hatinya untuk melihat ini dan mengambil suatu tindakan atau kebijakan yang tepat sehingga hal ini tidak terjadi lagi.